Saya dan istri berusaha sebisa mungkin membatasi anak sejak usia dini dari game di perangkat elektronik (handphone, laptop) setidaknya sampai dia masuk usia memiliki pertimbangan yang matang.
Konsekuensinya: harus selalu ada alternatif kegiatan lain, dan ini kadang memerlukan tenaga, waktu, atau biaya yang tidak sedikit.
Sekitar dua bulan lalu ada kerabat istri datang ke rumah dengan anak mereka usia SMP. Waktu itu anak kami suka main rubik 3×3 murah namun belum mengerti cara menyelesaikannya, kecuali pakai aplikasi rubik solver di smartphone. Anak dari tamu kami memberitahu sekilas cara menyelesaikan rubik meskipun tidak sampai tuntas dan memberitahu bahwa ada jenis rubik yang lebih baik supaya memainkannya lebih mudah, cepat, dan efektif.
Sejak itu, anak kami seperti kecanduan.
Setiap waktu kosong dia main rubik, menonton video YouTube tentang rubik. Dia jadi tahu berbagai jenis rubik, harga rubik, nama pemain rubik level global, nama asosiasi rubik dunia, dll.
Kemudian dari video YouTube dia belajar sendiri cara menyelesaikan rubik 3×3 sampai akhirnya berhasil, dan dia senang sekali, dan makin ketagihan.
Dia minta dibelikan berbagai jenis rubik: 3×3 stickerless, 3×3 magnetic, 3×3 smartcube, 2×2, mirror. Karena kami di kota kecil, tidak banyak rubik yang tersedia di pasar jadi harus beli online. Dan dia berhasil mempelajari cara menyelesaikan berbagai jenis rubik itu.
Iseng2 saya cari info di internet nama asosiasi rubik yang sering dia bicarakan. WCA namanya, World Cube Association. Di halaman webnya ada jadwal kompetisi. Ternyata kompetisinya banyak sekali jadwalnya di banyak negara. Saya lihat ada satu kompetisi di Jakarta tepat di hari liburan semesternya. Rapid Academy Indonesian Championship 2024. Tempatnya di Kia-Kia Glodok Plaza, tanggal 20-22 Desember 2024. Saya coba daftarkan dia ikut kompetisi, dan diterima.
Dia sangat senang sekali ketika saya beritahu tentang kompetisi ini. Karena selama ini dia cuma tahu kompetisi WCA di YouTube saja.
Rapid Academy Indonesian Championship 2024

Link info lengkap tentang kompetisi ini: https://www.worldcubeassociation.org/competitions/IndonesianChampionship2024
Kompetisi rubik Rapid Academy Indonesian Championship 2024 diadakan tanggal 20-22 Desember 2024 di Kia-Kia Glodok Plaza. Diikuti (terdaftar) 141 peserta dari 11 negara, dengan komposisi peserta luar negeri 14 orang (10%). Ada yang dari Thailand, Italia, Uzbekistan, Malaysia, Singapura.
Biaya pendaftarannya Rp 200.000, dengan hadiah utama untuk kategori dewasa Rp 500.000 dan hadiah utama untuk kategori anak Rp 200.000.
Tentu nominal hadiahnya tidak sebanding dengan biaya pendaftaran dan biaya effort untuk mengikuti lombanya. Namun saya pikir peserta kompetisi rubik ini tidak berburu nominal hadiah. Apalagi ada yang datang jauh-jauh dari luar negeri.
Dan sepertinya benar seperti itu. Profil pesertanya banyak dari kalangan menengah atas.
Kompetisi IC 2024 ini lumayan lengkap dan dari sini saya tahu ternyata ada banyak jenis rubik. Ada beberapa cabang lomba rubik: 2×2, 3×3, 4×4, 5×5, 6×6, 7×7, blindfolded, multi blindfolded, skewb, pyraminx, one handed, megaminx.
Selain acara lomba, ada beberapa tenant sponsor yang jualan rubik atau kursus rubik, yang bikin anak saya kalap hingga beli banyak jenis rubik berbeda, yang beberapa item harganya bikin mengelus dada.

Salah satu tenant mengadakan kegiatan menyusun puzzle dari sekitar 540 buah rubik, dan menyediakan beberapa jenis rubik beserta timer dan stackmat untuk dimainkan pengunjung secara gratis.

Efek ketagihan bermain rubik.
Pulang dari acara kompetisi ini, anak saya makin ketagihan main rubik, meskipun tidak ada cabang yang dia menangkan, bahkan peringkatnya di urutan hampir terakhir.
Saya cari info di internet tentang efek positif dan negatif bermain rubik, dan kenapa banyak orang, terutama dari kalangan menengah atas, tetap bermain dan berkompetisi speedcubing (lomba kecepatan menyelesaikan rubik) meski hadiah level internasionalnya kecil dan ketangkasan bermain rubik tidak menjanjikan karir yang bonafid.
Kebanyakan jawaban yang saya temui: menyelesaikan rubik standard (3×3) tidak memerlukan kecerdasan yang tinggi, kecuali jika mampu menyelesaikan dengan rata-rata waktu di bawah 20 detik, atau mampu secara intuitif (tanpa melihat panduan tutorial) mencari pola penyelesaian lain, atau secara intuitif mampu menyelesaikan jenis rubik lain (4×4, mirror, pyraminx, megaminx). Sedangkan orang ketagihan bermain rubik meski tidak menjanjikan benefit finansial adalah karena dirasa hal ini melatih kordinasi sensori dan motorik mereka dan dapat melepaskan stress.
Apapun itu, saya rasa saya akan membiarkan anak saya untuk sementara waktu asyik di dunia rubiknya sebagai salah satu pengalih perhatian terhadap game di gadget. Semoga bertahan agak lama. Nanti kalau sudah bosan harus cari alternatif kegiatan lain lagi.
