Pelatihan Sertifikasi Pembimbing Haji UINSA 2026
Pelatihan Sertifikasi Pembimbing Haji UINSA 2026

Sedikit cerita tentang acara pelatihan untuk mendapatkan sertifikasi pembimbing haji yang saya ikuti di GreenSA Inn & Training Center tanggal 12-17 September 2026 kemarin.

Tentang Sertifikasi Pembimbing Haji

Sertifikat pembimbing ibadah haji dicantumkan pada UU No 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Haji dan Umrah, dan disebutkan eksplisit di Peraturan Menteri Agama No 13 Tahun 2021 bahwa pembimbing ibadah haji disyaratkan memiliki sertifikat pembimbing.

Ke depannya, Sertifikat Pembimbing Ibadah Haji mungkin akan dijadikan syarat penguat untuk bisa menjadi pembimbing KBIHU, atau menjadi Petugas Penyelenggara Ibadah Haji.

Di brosur disebutkan bahwa sertifikat dari Kementerian Haji dan Umrah.

Saya akan update tentang sertifikat ini jika sudah mendapatkan sertifikatnya.

Pelatihan Sertifikasi Pembimbing Haji

Untuk bisa mendapatkan Sertifikat Pembimbing Ibadah Haji, pemohon harus mengikuti acara Pelatihan Sertifikasi Pembimbing Ibadah Haji.

Pelatihan ini diadakan oleh kampus Universitas Islam Negeri, sedangkan sertifikat kelulusan dikeluarkan oleh Kementerian Haji dan Umrah.

Beberapa kampus yang mengadakan pelatihan misalnya: UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung (UINSATU), UIN Sunan Ampel Surabaya (UINSA).

Lokasi pelatihan tidak selalu di kota yang sama dengan lokasi kampus UIN yang menyelenggarakan. Misalnya UINSATU Tulungagung biasanya mengadakan pelatihan di Surabaya, bahkan awal 2027 nanti dijadwalkan mengadakan pelatihan di Denpasar.

Biaya pelatihan berkisar 5 – 8 juta. Durasi pelatihan umumnya 6-7 hari, dan biaya sudah termasuk makan dan penginapan.

Brosur Pelatihan Sertifikasi Pembimbing Ibadah Haji UINSA 2026

Alasan Mengikuti Pelatihan Sertifikasi Pembimbing Haji

Pelatihan Sertifikasi Pembimbing Ibadah Haji ini sesuai untuk:

  • Orang yang ingin mengikuti seleksi PPIH (Petugas Penyelenggara Ibadah Haji) yang diadakan oleh Kemenhaj. Pada seleksi administrasi PPIH 2026 ditetapkan akumulasi poin. Dua item dengan nilai poin terbesar adalah status sudah pernah berhaji, dan adanya sertifikat pembimbing ibadah haji.
  • Pembimbing ibadah haji KBIHU.
  • Orang yang sekedar ingin memperdalam wawasan tentang pembimbingan ibadah haji dan umrah.

Pembimbing ibadah haji KBIHU yang sudah berpengalaman, meski sudah memiliki pengalaman panjang tetap dianjurkan untuk mengikuti pelatihan ini dan mendapatkan sertifikat dengan maksud standardisasi.

Materi Pelatihan

Secara umum, kurikulum pelatihan mencakup:

  1. Kebijakan, dasar hukum, dan penyelenggaraan haji. Di Indonesia dan di Arab Saudi.
  2. Manajemen haji. Di Indonesia dan di Arab Saudi.
  3. Tugas, fungsi, dan profesionalitas pembimbing.
  4. Manajemen bimbingan (guiding).
  5. Dasar percakapan Bahasa Arab dan Inggris.
  6. Tradisi dan kultur di Arab Saudi dan pengenalan tempat2 di Arab Saudi.
  7. Fiqih, mencakup fiqih haji kontemporer dan fiqih perempuan.
  8. Bimbingan inklusif untuk lansia dan disabilitas.
  9. Problematika penyelenggaraan haji.
  10. Teknologi Informasi terkait haji dan umrah.
  11. Kesehatan haji.
  12. Penyusunan Rencana Kerja Operasional.

Selain materi tersebut di kelas, juga ada praktek manasik di hari terakhir.

Intinya, peserta dipersiapkan untuk kondisi sebelum pembimbingan, selama pembimbingan baik di tanah air maupun di tanah suci, sampai pasca kepulangan dari tanah suci.

Karena pelatihannya bersifat boarding training (menginap), peserta dibagi kelompok untuk tugas di dalam kelas dan di luar kelas seperti memilih imam shalat subuh, mengisi kultum subuh, dan memimpin senam.

Ujian / Assesment

Selama pelatihan ada beberapa ujian / test:

  1. Pre-test berupa CAT (Computer Assisted Test) atau tes online berupa 100 soal pilihan ganda. Dikerjakan di hari pertama di sesi awal. Soal-soalnya bersifat umum dan relatif mudah.
  2. Tes CAT untuk setiap materi. Tes baru dibuka pada malam hari setelah semua materi hari itu selesai. Untuk setiap materi disediakan 2 modul tes untuk latihan (boleh tidak dikerjakan) dan 1 modul tes utama. Setiap modul tes masing2 berupa 20 soal pilihan ganda. Sehingga untuk setiap materi ada 2x 20 soal latihan dan 20 soal tes utama. Jika pada hari itu ada 5 materi, maka malamnya peserta diberi tugas mengerjakan 5 x 20 soal CAT, dan jika mau bisa mengerjakan 5 x 2 (sesi latihan) x 20 soal. Sehingga jika ada 5 materi dan ingin mengerjakan semuanya (latihan soal & soal utama) maka harus mengerjakan 300 soal CAT pilihan ganda.
  3. Post-test CAT berupa 100 soal pilihan ganda. Dikerjakan di hari terakhir di sesi terakhir.
  4. Wawancara satu persatu oleh penguji di ruangan terpisah.
Contoh soal CAT (Computer Assisted Test) Pelatihan Sertifikasi Pembimbing Haji

Flashback Acara Pelatihan

Saya baru mendapatkan informasi jadwal pelatihan ini seminggu sebelum pelaksanaan. Saat itu saya mendapatkan info dua acara pelatihan yang sama dengan tanggal yang hampir sama di tempat yang berdekatan:

  1. Pelatihan oleh UINSATU Tulungagung bertempat di Asrama Haji Surabaya, tanggal 11-17 September 2026.
  2. Pelatihan oleh UINSA Surabaya bertempat di GreenSA Sidoarjo, tanggal 12-17 September 2026.

Pelatihan oleh UINSA Surabaya awalnya dijadwalkan di bulan Agustus. Namun karena pendaftar masih sangat sedikit maka ditunda sampai September. Itupun kata panitia sebenarnya masih belum tercapai kuota minimal. Kuota tersedia untuk 100 peserta. Pendaftar pada Agustus masih 20-an peserta. Peserta aktual pada September tercatat 55 peserta.

Saya rasa pelatihan sertifikasi ini bagus dan penting. Tetapi mungkin ada beberapa hal yang membuat partisipasi belum banyak:

  1. Biaya yang mahal, berkisar 6 – 8 juta Rupiah. Khusus yang diadakan UINSA kemarin mereka memberi diskon sehingga harga menjadi 5 juta Rupiah perorang.
  2. Durasi pelatihan yang panjang (6-7 hari). Untuk akademisi atau profesional, agak sulit mengalokasikan waktu cuti.
  3. Syarat wajib latar belakang pendidikan minimal harus S1 (Sarjana).
  4. Khusus untuk pelatihan kemarin, mungkin juga karena jadwalnya bersamaan dengan pelatihan yang sama di tempat yang berdekatan. Jadi calon peserta terbagi ke dua tempat.

Kegiatan sangat padat. Kegiatan dimulai dari shalat subuh berjamaah, kultum subuh, dilanjutkan senam sebentar. Kelas dijadwalkan sejak pukul 08.00 pagi hingga 21.00 malam.

Hal yang membuat agak kewalahan adalah tes CAT pasca materi yang cukup banyak, sedangkan waktu istirahat hanya sedikit.

Profil Peserta

Ini adalah hal yang tidak saya sangka. Saya tahu pelatihan sertifikasi ini sejak 2020 ketika pembimbing KBIHU yang saya ikuti turut mengikuti pelatihan ini. Karenanya dalam gambaran awal saya, profil peserta mungkin umumnya adalah orang KBIHU. Namun ternyata tidak sedikit juga dari akademisi (dosen, guru, bahkan professor).

Dari pelatihan kemarin, 55% peserta berlatar belakang pendidikan S2, dan ada 9% bergelar Doktor, dengan 2 di antaranya bergelar Professor.

Peserta tidak hanya berasal dari Jawa Timur, tetapi ada yang dari Tangerang, Depok, Bali, Ternate, Kalimantan, hingga Papua.

Syarat peserta adalah berusia 25-65 tahun, sudah pernah melakukan haji/umrah, bisa membaca Al-Qur’an, minimal lulus S1 dengan melampirkan fotokopi ijazah terlegalisir, dan mampu menggunakan media teknologi informasi. Peserta juga disarankan membawa laptop, selain smartphone pribadi.

Syarat mampu menggunakan media TI ternyata berkorelasi langsung dengan teknis pelaksanaan pelatihan. Semua tes kecuali interview berupa CAT (Computer Assisted Test) dengan banyak modul tes. Saya lihat sebagian peserta terutama yang usia lanjut mengalami kesulitan dalam mengerjakan tes. Pengerjaan tes lebih mudah, lebih cepat, dan secara teknis berpeluang bisa mendapatkan nilai lebih tinggi jika mengerjakan menggunakan laptop.

Syarat batas usia berkorelasi dengan syarat pendaftaran petugas haji. Berdasar brosur pendaftaran petugas haji dari Kementerian Haji, syarat usia petugas pelaksana pelayanan akomodasi konsumsi dan transportasi adalah 25-55 tahun, pembimbing ibadah 35-60 tahun, petugas media center 25-55 tahun, tenaga kesehatan kloter 25-57 tahun, dan tenaga kesehatan klinik Indonesia 27-55 tahun.

Tempat duduk peserta ditentukan oleh panitia dan tiap meja diberi nomor dan nama peserta. Defaultnya berdasar nomor urut pendaftaran. Namun untuk peserta perempuan dikelompokkan saling berdekatan meski nomor urutnya tidak sesuai.

Pembukaan Pelatihan Sertifikasi Pembimbing Ibadah Haji UINSA, September 2026

Tempat Kegiatan

Acara berlangsung di GreenSA Inn & Training Centre. Ini adalah gedung fasilitas pelatihan milik UIN Sunan Ampel Surabaya yang lokasinya masuk wilayah Sidoarjo, agak jauh dari lokasi kampusnya di Surabaya.

Peserta diinapkan di gedung penginapan menempati lantai 3 sampai lantai 5. Kelas diadakan di hall di gedung pelatihan di lantai 5.

Kesan Pelatihan

Kesan positif:

  1. Pelatihan berlangsung relatif lancar tanpa kendala berarti sejak pembukaan hingga penutupan.
  2. Panitia memberikan jatah akomodasi (menginap) tambahan H-1 sebelum pelatihan dan H+1 sesudah pelatihan berakhir, untuk mengakomodir peserta dari luar kota, tanpa tambahan biaya.
  3. Kurikulum materi sangat sesuai untuk standardisasi dan pembekalan pembimbing dan calon pembimbing ibadah haji dan umrah.
  4. Vibes penuh akademisi. Sebagian pemateri dan bahkan sebagian moderator bergelar Doktor. Peserta juga banyak berlatar belakang magister, doktor, dan bahkan professor.
  5. GreenSA Inn & Training Centre sangat cocok untuk lokasi pelatihan dengan peserta 50 – 100 orang. Jarak antar ruang (kamar – hall – musholla – kantin makan) berdekatan dan terhubung indoor. Area sekitar tenang. Akses masuk ke GreenSA melewati jalan kecil yang terpisah dari jalan utama, sehingga lebih aman dari resiko lalu lintas. Dekat dengan SPBU, minimarket, dan laundry.
  6. Makanan semi prasmanan. Lauk sudah disiapkan di piring masing2, sedangkan nasi, kerupuk, dan kuah (jika menu berkuah), buah, dan sirup bisa ambil sendiri. Tidak selengkap atau semewah prasmanan, namun sangat cukup untuk acara pelatihan supaya peserta tidak terlalu kenyang dan waktu makan tidak terlalu lama.

Kesan Lain:

  • Sebagian peserta masih kurang disiplin dalam jadwal dan atribut.
  • Sebagian besar jadwal materi molor. Selain faktor kedisplinan peserta, hal ini kadang dikarenakan keterlambatan pemateri, kendala teknis (persiapan zoom untuk pemateri online), atau jadwal antar kegiatan yang terlalu mepet.
  • Beberapa pemateri terlalu banyak improvisasi / berbicara di luar topik, meskipun ada slideshow materi yang sudah disiapkan. Mungkin pemateri menganggap bahwa materi tersebut bersifat dasar bagi para pembimbing dan mungkin hampir seluruh peserta sudah mengetahui.
  • Ada pemateri yang jadwalnya molor hingga hampir akhir sesi. Ternyata beliau baru saja menyelesaikan umrah. Jika memang seperti itu seharusnya dapat disesuaikan. Umrah adalah ibadah personal yang waktunya fleksibel, sedangkan di sisi lain ada janji yang ditunggu oleh 50+ orang peserta berkompetensi tinggi yang sudah meninggalkan agendanya untuk mengikuti pelatihan.

Improvement yang mungkin bisa dilakukan:

  • Memberikan informasi yang lebih lengkap supaya peserta lebih siap, misalnya jumlah setelan pakaian yang sebaiknya dibawa, fasilitas akomodasi dan transportasi untuk peserta dari tempat jauh.
  • Memberikan saran, atau hal lain, kepada pemateri supaya materi dapat berlangsung lebih efektif.

Sertifikat

Info dari panitia, sertifikat akan keluar dalam 6 – 8 minggu setelah pelatihan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *