Alhamdulillah Allah memberi saya rejeki merasakan keduanya: umroh dengan ikut paket travel, dan umroh mandiri (berangkat sendiri tanpa ikut travel atau rombongan).
Umroh ikut travel
Enaknya:
- Semua berkas, transportasi, penginapan, kepanitiaan (tour leader, muthowif, handling) semuanya diurus pihak travel. Kita tinggal bayar kemudian ikut semua prosedur dan acara yang mereka jadwalkan.
- Biasanya tidak perlu angkat2 koper besar karena sudah ditangani oleh pihak handling. Tinggal bawa tas tenteng / koper tenteng kecil. Tapi ada juga paket travel yang tidak termasuk handling jadi harus bawa2 barang sendiri.
- Banyak teman dalam satu rombongan. Ada teman untuk sharing, saling bantu, dan teman jalan2 di luar acara yang dijadwalkan pihak travel.
- Ada pihak travel yang membantu jika terjadi hal tidak diinginkan, misal sakit di perjalanan atau kehilangan barang berharga.
- Tidak banyak mengalami kendala bahasa karena semua (transport, hotel, makan) sudah dikoordinasikan pihak travel dan jama’ah tinggal menikmati saja.
- Tidak perlu belajar tentang prosedur dan tatacara ibadah umroh secara mendalam, karena biasanya ada acara manasik, serta dalam pelaksanaan umroh dibimbing muthowif sampai selesai.
- Biaya terukur karena sudah jelas harga paket di awal sebelum berangkat.
Tidak enaknya:
- Jadwal dan durasi keberangkatan, serta durasi tinggal di tiap kota (Makkah, Madinah) mengikuti program travel. Tidak bisa pilih sendiri berangkat tanggal berapa, berapa lama total perjalanan, berapa hari di Makkah dan di Madinah.
- Biasanya jadwalnya padat dan kadang agak melelahkan. Karena pihak travel ingin memberikan lebih banyak pengalaman kepada jama’ahnya dalam durasi waktu yang terbatas.
- Tidak dapat memilih maskapai pesawat dan hotel sendiri. Untuk paket umroh dari daerah tertentu (misal keberangkatan Surabaya) biasanya pihak travel menggunakan maskapai charter misal Lion Air atau Citilink.
- Tidak bisa menekan budget karena pihak travel harus memberikan pilihan penginapan dan transportasi yang memenuhi standard minimal yang ditetapkan Kementerian Agama RI.
- Kurang memahami alur perjalanan serta tatacara ibadah karena semua sudah dipersiapkan dan dituntun oleh pihak travel. Maka jika ada orang yang umroh berkali-kali ikut paket travel biasanya tetap belum berani jika berangkat sendiri dan kadang masih kurang memahami tatacara ibadahnya dengan detil.
Umroh mandiri
Enaknya:
- Dapat mengatur budget sendiri dengan pilihan lebih banyak. Di tanah suci bisa menginap di hotel berbintang, atau apartemen sewa, rumah saudara / teman, atau bisa juga ngemper di masjid tapi tidak disarankan dan tidak bagus untuk reputasi Indonesia.
- Fleksibel mengatur waktu. Dapat mengatur waktu istirahat atau kerja (jika kerjaan dibawa remote), atau mengatur jadwal istirahat anak jika bawa anak.
- Dapat memilih maskapai penerbangan dan hotel sendiri. Bisa pilih maskapai full service (misal: Emirates, Etihad, Qatar Airways, Saudia, Garuda Indonesia) atau LCC murah (misal: Air Asia, Air Arabia, Indigo).
- Bisa masak sendiri jika dapat penginapan yang ada fasilitas memasak.
- Lebih memahami prosedur perjalanan dan tatacara ibadah, karena semuanya dipelajari dengan mendalam dan teliti. Akibat lainnya jadi makin berani untuk pergi keluar negeri sendiri.
- Bisa mampir2. Misal sebelum umroh mau ke Turki atau ke Mesir atau ke Eropa dulu, pulangnya transit di Dubai, atau di Doha, atau di Oman, atau Singapura, atau Kuala Lumpur.
- Bisa tinggal lama di tanah suci maksimal sesuai batas izin tinggal visa.
Tidak enaknya:
- Semua prosedur perjalanan harus disiapkan sendiri: beli tiket pesawat, cari transport darat di Saudi, cari penginapan di Makkah dan Madinah, cari tempat makan selama tinggal di sana. Lumayan menguras psikis.
- Semua barang dibawa sendiri. Bisa juga sewa jasa handling saja.
- Tidak ada pimpinan dan penanggung jawab. Jika ada kejadian tidak diinginkan di luar negeri harus ngurus sendiri.
- Tidak ada teman sharing / teman bicara.
- Kendala bahasa dengan penduduk setempat, sekedar beli makan atau juga berbicara dengan resepsionis hotel.
Catatan dari pengalaman saya:
- Jika belum pernah umroh ikut travel, sebaiknya umroh pertama ikut travel saja, terutama mengurangi resiko kesalahan tatacara ibadah supaya tidak terkena dam (denda karena melanggar larangan ihram) atau tidak sahnya umroh karena ketidak tahuan.
- Untuk orang tua lanjut usia, apalagi jika jarang bepergian jauh sebaiknya ikut rombongan travel saja. Ada penanggung jawab, dan banyak teman curhat.
